3 Rekayasa Perangkat Lunak 1

Programmer Professional. R itu Rekayasa, P itu Perangkat , L itu Lunak. jadi RPL itu adalah Rekayasa Perangkat Lunak. ya inilah kami yang mempunyai logika super.

My Job

Saya Melayani Jasa Install Ulang dan Jasa Foto untuk wilayah Samarinda, Tenggarong, Balikpapan, Bontang dan Berau

Wedding Adit dan Aulia

Minat Foto Wedding Seperti ini ? Hubungi : 085250587805 (Mieftah) Untuk wilayah Samarinda dan Sekitarnya

Conceptual

Beauty Of Hijab. Minat Foto Fashion Seperti ini ? Hubungi : 085250587805 (Mieftah) Untuk wilayah Samarinda dan Sekitarnya

Respect

Inilah kami siswa yang mempunyai talenta luar biasa, yang dilahirkan dari rahim orangtua kami masing-masing. yang mempunyai misi yang sama. menjadi yang terbaik untuk negeri.

Senin, 28 April 2014

Komposisi

MAKALAH


KOMPOSISI


Oleh:

MUHAMMAD MIFTAHUNNAULI. M

MUHAMMAD ISHAK

STMIK SPB AIRLANGGA

SISTEM INFORMASI

SAMARINDA

2014



KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya penjatkan kepada Tuhan Yang Maha
Esa atas selesainya makalah yang berjudul “KOMPOSISI”. Atas dukungan moral dan materi yang diberikan dalam penyusunan - makalah ini. Saya menyadari bahwa makalah ini belumlah begitu
sempurna. Oleh karna itu, saran dan kritik yang membangun dari pembaca sangat dibutuhkan untuk menyempurnakan makalah ini.

  

Samarinda,28 April 2014



                                                                                     Penulis      



BAB 1 Pendahuluan

Latar Belakang

   Seperti yang kita ketahui konsep-konsep dalam kehidupan kita banyak sekali sedangkan jumlah kosakata terbatas. Oleh karna itu kita harus mengetahui suatu mekanisme yang cukup penting dalam pembentukan dan pengayaan kosakata yang disebut komposisi.

Ruang Lingkup Penelitian

   Penelitian ini akan mencakup tentang pengertian dan ragam tentang komposisi didalam bahasa indonesia.

Tujuan dan Manfaat

   Agar kita mengetahui pengertian tentang komposisi didalam bahasa indonesia.


BAB 2 ISI

Pengetian Komposisi

   Menurut Chair komposisi adalah proses penggabungan dasar dengan dasar (biasanya berupa akar maupun bentuk berimbuhan) untuk mewadahi suatu “konsep” yang belum tertampung dalam sebuah kata. Seperti kita ketahui konsep-konsep dalam kehidupan kita banyak sekali, sedangkan jumlah kosakata terbatas. Oleh karena itu, proses komposisi ini dalam bahasa Indonesia merupakan suatu mekanisme yang cukup penting dalam pembentukan dan pengayaan kosakata.
Dalam pembicaraan komposisi C.A. Mees menggunakan istilah kata majemuk dan aneksi. Dengan istilah kata majemuk dimaksudkan untuk gabungan kata yang memiliki makna idiomatik, persis sama dengan yang digunakan Alisyahbana. Sementara istilah aneksi dimaksudkan untuk menyebut gabungan kata yang maknanya masih dapat ditelusuri secara gramatikal, seperti lukisan Yusuf memiliki makna ‘ lukisan milik Yusuf’ atau lukisan buatan Yusuf; dan meja tulis bermakna meja tempat menulis. Jadi C.A Mees menggunakan istilah kata majemuk untuk komposisi yang bermakna idiomatik, dan aneksi untuk komposisi yang bukan bermakna idiomatikal.
Kridalaksana menyamakan istilah komposisi sama dengan perpaduan atau pemajemukan, yaitu proses penggabungan dua leksem atau lebih yang membentuk kata. Hasil proses itu disebut paduan leksem atau kompositum, yang menjadi calon kata majemuk yang berasal dari paduan kata dengan kata, bukan leksem dengan leksem. Jadi dengan kata lain kalau komposisi adalah masalah morfologi, maka frase adalah masalah sintaksis. Oleh karena itu, ada kemungkinan adanya sebuah data kebahasaan apabila dilihat adari segi morfologi sebagai sebuah komposisi, tetapi kalau dilihat dari segi sintaksis sebagai sebuah frase.


A. Komposisi Nominal

   Komposisi nominal adalah komposisi yang pada satuan klausa berkategori nomina. Dalam kaitannya dengan masalah semantik dapat dibedakan adanya lima macam komposisi nomina, seperti dijabarkan di bawah ini.

a.Komposisi Bermakna Gramatikal
    Makna gramatikal adalah makna yang muncul dalam proses   penggabungan dasar dengan dasar dalam pembentukan sebuah   komposisi nominal, antara lain adalah makna yang menyatakan hal-hal sebagai berikut.

- Gabungan biasa, sehingga diantara keduanya dapat disisipkan kata dan makna gramatikal gabungan biasa ini akan terjadi apabila keduanya memiliki komponen.

- pasangan antonim relasional misalnya: ayah ibu, murid guru, suami istri, adik kakak, penjual pembeli, pembaca penulis dan sebagainya;

- anggota dari suatu medan makna misalnya topan badai, sawah ladang, kampung halaman, piring mangkuk, cabai bawang dan sebagainya.

- bagian sehingga dapat disisipkan kata dari misalnya awal tahun, tengah semester, suku bangsa, pangkal paha, ujung jalan dan sebagainya.

- kepunyaan atau memiliki, sehingga dapat disisipkan kata milik misalnya sepatu adaik, rumah nenek, tanah Negara, mobil direktur dan sebagainya.

- asal bahan, sehingga dapat disisipkan kata terbuat dari misalnya kursi rotan, uang logam, jendela kaca, map plastic, dan sebagainya.

b.Komposisi bermakna idiomatik
   Artinya seluruh komposisi itu memiliki makna yang tidak dapat diprediksi secara leksikal maupun gramatikal.
Misalnya: orang tua dalam arti ‘ayah dan ibu’.
meja hijau dalam arti ‘pengadilan’.

c.Komposisi nominal metaforis
   Artinya dengan mengambil salah satu komponen makna yang dimiliki oleh unsur tersebut.
• Kaki mobil - daun jendela
• Kepala surat - daun telinga
• Komposisi Nomial nama dan istilah
Contoh:
Nama : Hotel Indonesia, Jalan Jagorawi, Kampung Bali, dan sebagainya.
Istilah : buku ajar, lepas landas, suku cadang, dan sebagainya.

d.Komposisi Nominal dengan Adverbia
   Misalnya : sedikit air, banyak hujan, beberapa siswa, kurang semen dan sebagainya.

e.Komposisi Verbal
   Komposisi verbal adalah komposisi yang pada satuan klausa berkategori verbal. Misalnya :
• Mereka menyanyi menari sepanjang malam.
• Dia datang menghadap kepala sekolah.

B. Komposisi Ajektival

   Komposisi ajektival adalah komposisi yang pada satuan klausa, berkategori ajektiva. Misalnya :
• Gadis cantik molek itu termenung.
• Kaya miskin di hadapan Allah sama saja.


  
BAB 3 PENUTUP

Penutup

   Penggunaan media bahasa dalam komunikasi sehari-hari memang memungkinkan bagi berbagai bidang ilmu terutama komposisi. komposisi sebagai bagian dari ilmu linguistik menjadikan bahasa yakni kata dan pembentukan kata menjadi bidang kajiannya. Dengan kata lain, komposisi adalah bidang ilmu lingustik yang membicarakan masalah mekanisme pembentukan dan pengayaan kosakata, maka semua satuan bentuk sebelum menjadi kata dengan segala bentuk dan jenisnya. Melalui pembahasan yang dilakukan dalam sajian makalah ini, diharapkan mampu mengantar pengenalan terhadap ilmu komposisi.



 
 DAFTAR PUSAKA

Selasa, 15 Januari 2013

Obey



Kebersamaan yang sangat terjaga silaturahminya



Saya dan Jerry  adalah seorang siswa yang memiliki talenta luar biasa.









Kebersamaan kami tetap terjaga 

Senin, 14 Januari 2013

Cara Mandi Wajib Rasulullah SAW


bismillahirrahmanirrahim
Mandi adalah aktivitas yang selalu dibutuhkan oleh manusia. Mandi memberikan perasaan bersih dan percaya diri. Dalam tuntunan Rasulullah SAW, ada 2 jenis mandi, yaitu mandi yang diwajibkan dan mandi yang disunnahkan. Dalam posting ini akan dijelaskan mengenai mandi yang diwajibkan.
Mandi wajib dilakukan jika terjadi hal-hal di bawah ini:
  1. Keluarnya mani dengan syahwat. Kebanyakan ulama berpendapat bahwa mandi diwajibkan hanya jika keluarnya mani secara memancar dan terasa nikmat ketika mani itu keluar. Jadi jika keluarnya karena kedinginan atau sakit, tidak ada kewajiban mandi. Tapi biar aman, tetap mandi saja :-D
  2. Jika bangun tidur dan mendapati keluarnya mani. Ulama berpendapat bahwa selama kita bangun dan mendapati adanya mani, maka kita wajib mandi, walaupun kita tidak sadar atau lupa telah mimpi basah  atau tidak :-)
  3. Setelah bertemunya dua kemaluan walaupun tidak keluar mani.
  4. Setelah berhentinya darah haidth dan nifas.
  5. Ketika orang kafir masuk islam.
  6. Ketika seorang muslim meninggal dunia. Tentu saja yang memandikannya adalah yang orang yang masih hidup :-)Mayat muslim wajib dimandikan kecuali jika ia meninggal karena gugur di medan perang ketika berhadapan dengan orang kafir.
  7. Ketika bayi meninggal karena keguguran dan sudah memiliki ruh.
Cara-cara mandi wajib (atau disebut juga mandi junub atau janabah) yang dicontohkan Rasulullah SAW adalah sebagai berikut:
  1. Berniat mandi wajib dan membaca basmalah.
  2. Mencuci tangan terlebih dahulu sebanyak 3 kali
  3. Membersihkan kemaluan dan kotoran yang ada dengan tangan kiri
  4. Mencuci tangan setelah membersihkan kemaluan dengan menggosokkan tangan ke tanah atau dengan menggunakan sabun
  5. Berwudhu dengan wudhu yang sempurna seperti ketika hendak shalat
  6. Mengguyur air pada kepala sebanyak 3 kali hingga sampai ke pangkal rambut
  7. Mencuci kepala bagian kanan, lalu kepala bagian kiri
  8. Menyela-nyela (menyilang-nyilang) rambut dengan jari
  9. Mengguyur air pada seluruh badan dimulai dari sisi yang kanan, lalu kiri.
Mudah kan? :-) Nah, untuk wanita, ada beberapa tambahan sebagai berikut:
  1. Menggunakan sabun dan pembersih lainnya beserta air
  2. Melepas kepang rambut agar air mengenai pangkal rambut
  3. Ketika mandi setelah masa haidh, seorang wanita disunnahkan membawa kapas atau potongan kain untuk mengusap tempat keluarnya darah untuk menghilangkan sisa-sisanya.
  4. Ketika mandi setelah masa haidh, disunnahkan juga mengusap bekas darah pada kemaluan setelah mandi dengan minyak misk atau parfum lainnya. Hal ini dengan tujuan untuk menghilangkan bau yang tidak enak karena bekas darah haidh
Tambahan lain mengenai mandi wajib yang sering ditanyakan:
  1. Jika seseorang sudah berniat untuk mandi wajib, lalu ia mengguyur seluruh badannya dengan air, maka setelah mandi ia tidak perlu berwudhu lagi, apalagi jika sebelum mandi ia sudah berwudhu.
  2. Setelah mandi wajib, diperbolehkan mengeringkan tubuh dengan kain atau handuk
  3. Berkumur-kumur (madhmadhoh), memasukkan air dalam hidung (istinsyaq) dan menggosok-gosok badan (ad dalk) adalah sunnah menurut mayoritas ulama.
Wallahu’alam bisshawab :-)
alhamdulillahirabbilalamin
Referensi:
  1. “Dan jika kamu junub maka mandilah.” (QS. Al Maidah: 6)
  2. “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi.” (QS. An Nisa’: 43)
  3. “Sesungguhnya (mandi) dengan air disebabkan karena keluarnya air (mani).” (HR. Muslim no. 343)
  4. Dari Aisyah RA, “Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah ditanya tentang seorang laki-laki yang mendapatkan dirinya basah sementara dia tidak ingat telah mimpi, beliau menjawab, “Dia wajib mandi”. Dan beliau juga ditanya tentang seorang laki-laki yang bermimpi tetapi tidak mendapatkan dirinya basah, beliau menjawab: “Dia tidak wajib mandi”.” (HR. Abu Daud no. 236, At Tirmidzi no. 113, Ahmad 6/256. Dalam hadits ini semua perowinya shahih kecuali Abdullah Al Umari yang mendapat kritikan[6]. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)
  5. “Ummu Sulaim (istri dari Abu Tholhah) datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah tidak malu terhadap kebenaran. Apakah bagi wanita wajib mandi jika ia bermimpi?” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Ya, jika dia melihat air.” (HR. Bukhari no. 282 dan Muslim no. 313)
  6. “Jika seseorang duduk di antara empat anggota badan istrinya (maksudnya: menyetubuhi istrinya , pen), lalu bersungguh-sungguh kepadanya, maka wajib baginya mandi.” (HR. Bukhari no. 291 dan Muslim no. 348)
  7. Dari Aisyah RA, “Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang seorang laki-laki yang menyetubuhi istrinya namun tidak sampai keluar air mani. Apakah keduanya wajib mandi? Sedangkan Aisyah ketika itu sedang duduk di samping, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku sendiri pernah bersetubuh dengan wanita ini (yang dimaksud adalah Aisyah, pen) namun tidak keluar mani, kemudian kami pun mandi.” (HR. Muslim no. 350)
  8. Dari Qois bin ‘Ashim radhiyallahu ‘anhu, “Beliau masuk Islam, lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkannya untuk mandi dengan air dan daun sidr (daun bidara).” (HR. An Nasai no. 188, At Tirmidzi no. 605, Ahmad 5/61. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).
  9. “Mandikanlah dengan mengguyurkan air yang dicampur dengan daun bidara tiga kali, lima kali atau lebih dari itu jika kalian anggap perlu dan jadikanlah yang terakhirnya dengan kafur barus (wewangian).” (HR. Bukhari no. 1253 dan Muslim no. 939)
  10. Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin rahimahullah. Beliau berkata, “Jika bayi karena keguguran tersebut sudah memiliki ruh, maka ia dimandikan, dikafani dan disholati. Namun jika ia belum memiliki ruh, maka tidak dilakukan demikian. Waktu ditiupkannya ruh adalah jika kandungannya telah mencapai empat bulan, sebagaimana hal ini terdapat dalam hadits Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu
  11. “Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907)
  12. “Kemudian beliau mengguyur air pada seluruh badannya.” (HR. An Nasa-i no. 247. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
  13. Dari Jubair bin Muth’im berkata, “Kami saling memperbincangkan tentang mandi janabah di sisi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau bersabda, “Saya mengambil dua telapak tangan, tiga kali lalu saya siramkan pada kepalaku, kemudian saya tuangkan setelahnya pada semua tubuhku.” (HR. Ahmad 4/81. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari Muslim)
  14. “Saya mengambil dua telapak tangan, tiga kali lalu saya siramkan pada kepalaku, kemudian saya tuangkan setelahnya pada semua tubuhku.” (HR. Ahmad 4/81. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari Muslim)
  15. “Saya berkata, wahai Rasulullah, aku seorang wanita yang mengepang rambut kepalaku, apakah aku harus membuka kepangku ketika mandi junub?” Beliau bersabda, “Jangan (kamu buka). Cukuplah kamu mengguyur air pada kepalamu tiga kali, kemudian guyurlah yang lainnya dengan air, maka kamu telah suci.” (HR. Muslim no. 330)
  16. Dari ‘Aisyah, isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi junub, beliau memulainya dengan mencuci kedua telapak tangannya. Kemudian beliau berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat. Lalu beliau memasukkan jari-jarinya ke dalam air, lalu menggosokkannya ke kulit kepalanya, kemudian menyiramkan air ke atas kepalanya dengan cidukan kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali, kemudian beliau mengalirkan air ke seluruh kulitnya.” (HR. Bukhari no. 248 dan Muslim no. 316)
  17. Dari Ibnu ‘Abbas berkata bahwa Maimunah mengatakan, “Aku pernah menyediakan air mandi untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu beliau menuangkan air pada kedua tangannya dan mencuci keduanya dua kali-dua kali atau tiga kali. Lalu dengan tangan kanannya beliau menuangkan air pada telapak tangan kirinya, kemudian beliau mencuci kemaluannya. Setelah itu beliau menggosokkan tangannya ke tanah. Kemudian beliau berkumur-kumur dan memasukkan air ke dalam hidung. Lalu beliau membasuh muka dan kedua tangannya. Kemudian beliau membasuh kepalanya tiga kali dan mengguyur seluruh badannya. Setelah itu beliau bergeser dari posisi semula lalu mencuci kedua telapak kakinya (di tempat yang berbeda).” (HR. Bukhari no. 265 dan Muslim no. 317)
  18. An Nawawi rahimahullah mengatakan, “Disunnahkan bagi orang yang beristinja’ (membersihkan kotoran) dengan air, ketika selesai, hendaklah ia mencuci tangannya dengan debu atau semacam sabun, atau hendaklah ia menggosokkan tangannya ke tanah atau tembok untuk menghilangkan kotoran yang ada.”
  19. Asy Syaukani rahimahullah mengatakan, “Adapun mendahulukan mencuci anggota wudhu ketika mandi itu tidaklah wajib. Cukup dengan seseorang mengguyur badan ke seluruh badan tanpa didahului dengan berwudhu, maka itu sudah disebut mandi (al ghuslu).”
  20. Dari Aisyah RA, “Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mandi junub, beliau mencuci tangannya dan berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat. Kemudian beliau mandi dengan menggosok-gosokkan tangannya ke rambut kepalanya hingga bila telah yakin merata mengenai dasar kulit kepalanya, beliau mengguyurkan air ke atasnya tiga kali. Lalu beliau membasuh badan lainnya.” (HR. Bukhari no. 272)
  21. Dari Aisyah RA, “Jika salah seorang dari kami mengalami junub, maka ia mengambil air dengan kedua tangannya dan disiramkan ke atas kepala, lalu mengambil air dengan tangannya dan disiramkan ke bagian tubuh sebelah kanan, lalu kembali mengambil air dengan tangannya yang lain dan menyiramkannya ke bagian tubuh sebelah kiri.” (HR. Bukhari no. 277)
  22. Dari Aisyah RA, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mendahulukan yang kanan ketika memakai sendal, ketika bersisir, ketika bersuci dan dalam setiap perkara (yang baik-baik).”  (HR. Bukhari no. 168 dan Muslim no. 268)
  23. Dalam hadits Ummu Salamah, “Saya berkata, wahai Rasulullah, aku seorang wanita yang mengepang rambut kepalaku, apakah aku harus membuka kepangku ketika mandi junub?” Beliau bersabda, “Jangan (kamu buka). Cukuplah kamu mengguyur air pada kepalamu tiga kali, kemudian guyurlah yang lainnya dengan air, maka kamu telah suci.” (HR. Muslim no. 330)
  24. Dari Aisyah RA, “Asma’ bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang mandi wanita haidh. Maka beliau bersabda, “Salah seorang dari kalian hendaklah mengambil air dan daun bidara, lalu engkau bersuci, lalu membaguskan bersucinya. Kemudian hendaklah engkau menyiramkan air pada kepalanya, lalu menggosok-gosoknya dengan keras hingga mencapai akar rambut kepalanya. Kemudian hendaklah engkau menyiramkan air pada kepalanya tadi. Kemudian engkau mengambil kapas bermisik, lalu bersuci dengannya. Lalu Asma’ berkata, “Bagaimana dia dikatakan suci dengannya?” Beliau bersabda, “Subhanallah, bersucilah kamu dengannya.” Lalu Aisyah berkata -seakan-akan dia menutupi hal tersebut-, “Kamu sapu bekas-bekas darah haidh yang ada (dengan kapas tadi)”. Dan dia bertanya kepada beliau tentang mandi junub, maka beliau bersabda, ‘Hendaklah kamu mengambil air lalu bersuci dengan sebaik-baiknya bersuci, atau bersangat-sangat dalam bersuci kemudian kamu siramkan air pada kepala, lalu memijatnya hingga mencapai dasar kepalanya, kemudian mencurahkan air padanya’.” (HR. Bukhari no. 314 dan Muslim no. 332)
  25. Dari ‘Aisyah, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak berwudhu setelah selesai mandi.” (HR. Tirmidzi no. 107, An Nasai no. 252, Ibnu Majah no. 579, Ahmad 6/68. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
  26. Dari Ibnu ‘Umar, Beliau ditanya mengenai wudhu setelah mandi. Lalu beliau menjawab, “Lantas wudhu yang mana lagi yang lebih besar dari mandi?” (HR. Ibnu Abi Syaibah secara marfu’ dan mauquf
  27. Dalam hadits Maimunah, “Lalu aku sodorkan kain (sebagai pengering) tetapi beliau tidak mengambilnya, lalu beliau pergi dengan mengeringkan air dari badannya dengan tangannya” (HR. Bukhari no. 276)
  28. http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/tata-cara-mandi-wajib.html/
  29. http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/5-hal-yang-menyebabkan-mandi-wajib.html
Sumber : Hamba Allah

Seorang pelajar yang mempunyai mimpi besar

About Me


Nama                     : Muhammad Miftahunnaulu Mahbubi
Sekolah                  : SMK TI AIRLANGGA
Tempat/Tgl Lahir   : Samarinda, 31 Agustus 1995
Agama                    : Islam
Umur                      : 17 Tahun
Hobi                       : Fotografi, Olagraga, Dengarin Musik, Shuffle, Jumpstyle, Online, Editing Photo, DLL
Cita-Cita                : Menjadi Fotografer Professional


* Yang pengen dicapai di tahun 2013 ;
  1. Kumpulin uang Jobku sendiri buat umroh bapak sama mama. Amin
  2. Berhaarap Dapat Job Foto diluar Kalimantan. Jadi Bisa Travel diluar kota, indonesia paling indah menurut saya :)
  3. Harus punya Lensa 70-200mm L F/2.8 Non IS. Amin
  4. Goes to Bali , kalo ada rejeki job. Amin
  5. Pengen Bikin Nama Sekolah menjadi terkenal lewat fotografi
Saya hanyalah seorang pelajar yang sama seperti kalian yang setiap hari makan nasi, yang setiap hari belajar, yang setiap hari mandi, yang setiap hari pergi sekolah. saya mempunyai mimpi sama seperti kalian, mempunyai impian, dan mempunyai harapan. Sekian dari saya.

inilah saya, Seorang Pelajar Asal Kalimantan Timur tepatnya di SMK TI AIRLANGGA.
Salam Blogger untuk indonesia.


Minggu, 13 Januari 2013

Membuat Widget Semut Nempel di Blog

Pernah nggak sih, kalian nglakuin hal absurd seperti ini? Nempelin jari ke monitor, mencet-mencet karena ada sesuatu yang muter-muter di layar monitor. Seperti semut, tapi bedanya yang satu ini adalah semut sakti mandraguna. Walopun udah dipencet-pencet berulang kali pun si semut ga bakalan mati, tetep aja muter terus kayak motor bebek distandartin terus digas. Itu yang terjadi pada saya. Sumpah, seketika itu juga saya langsung terlihat bodoh. Segeralah saya buru-buru ambil sebuah kaca. Kenapa? Konon, ketika seorang lelaki terlihat merasa bodoh, maka kegantengannya akan turun sebanyak 5%.

Hal ini saya alamin ketika membuka blog seorang blogger terkenal, yaitu blognya bang Bena. Di header blog tersebut di pojok kiri atas. Mungkin kalo ada yang belum kenal, dialah salah satu korban penganiayaan secara maya di dunia Twitter. Iya, dia adalah satu dari tiga trio #SPBU. SPBU sendiri adalah singkatan dari @Shitlicious @Poconggg @Benakribo Unyu. Haha, ampun ya bang, semoga dia nggak baca post ini. Yang mau tahu lebih lanjut coba masuk aja di blognya bang Bena, sekaligus tempat TKP dimana si semut sakti juga tinggal, di BenaBlog.com

Penasaran dengan kesaktian si semut, saya lantas coba cari semut di lantai dan nempelin ke layar monitor. Percuma, semutnya langsung mati karena kegencet ujung jari saya. "Oh semut, maafkan saya, saya cuma ingin buat kamu sakti", pikir saya. Lantas semut spesies apa yang bisa muter-muter di deket rambut bang Bena gitu? Apa saya harus berambut kribo dulu seperti bang Bena karena pengaruh rambut bang Bena yang kebetulan kribo dan jadi sarang semut sakti?


Rahasia si semut

Well, usut punya usut ternyata si semut sakti adalah sebuah gambar yang ditempelin di pojok kiri atas oleh bang Bena. Wew, pantes aja digencet ga mati-mati. Berarti apa yang kita lakuin biar kita punya peliharaan semut sakti di blog kita cuma ada 1 cara, yaitu nambahin kode gambar di blog kita supaya muncul di blog + ditambain CSS agar mau melayang gitu. Setelah saya intip source code blog bang Bena, akhirnya terkuak juga rahasianya. Sorry ya bang, bukannya saya hobi ngintip, tapi emang saya udah demen *eh

Ini dia resep rahasia memelihara semut sakti di blog:

1. Cari semutnya dulu. Jangan di lantai, di tembok, atau pun di kebun. Pake saja misal ini, trus copy linknya:

Tangkep semut ini!



2. Masuk ke Home Blogger kamu, trus masuk ke blog kamu

3. Masuk ke Layout, trus klik Add a Gadget, pilih yang HTML/JavaScript 

4. Trus masukin kode ini (untuk semut di pojok kiri atas)
<div style="display:scroll; position:fixed; top:40px; left:30px;">
<img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-L2jGs_XbHqY/T2pbqweXT8I/AAAAAAAAAnM/vjwIcHMjoEg/s1600/semut.deodeye.blogspot.com.gif" />
</div>

5. Untuk membuat semutnya nempel di pojok kiri bawah, ganti top:40px; jadi bottom:40px;. Begitu pula kalo mau diganti di sebelah kanan. Tinggal ganti left:30px; menjadi right:30px;, terserah mau tetep top ato mau diganti bottom.

6. Klik Save. Selamat, kamu udah punya peliharaan semut sakti di blog kamu.

Itu dia trik dari saya. Ga usah ke dukun buat ngemantrain si semut, cukup pake cara ini aja, dijamin 95% berhasil. Untuk yang 5%-nya lagi saya tegaskan sekali lagi kalo tergantung dari kegantengan kita. Tapi tanpa 5% ini saya rasa udah gede presentasenya, so buat kamu-kamu yangjelek ga usah berkecil hati yah buat nyoba trik ini. Peace, heheh.

"Ini Semut Gue, Mana Semut Lo?"

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More