3 Rekayasa Perangkat Lunak 1

Programmer Professional. R itu Rekayasa, P itu Perangkat , L itu Lunak. jadi RPL itu adalah Rekayasa Perangkat Lunak. ya inilah kami yang mempunyai logika super.

My Job

Saya Melayani Jasa Install Ulang dan Jasa Foto untuk wilayah Samarinda, Tenggarong, Balikpapan, Bontang dan Berau

Wedding Adit dan Aulia

Minat Foto Wedding Seperti ini ? Hubungi : 085250587805 (Mieftah) Untuk wilayah Samarinda dan Sekitarnya

Conceptual

Beauty Of Hijab. Minat Foto Fashion Seperti ini ? Hubungi : 085250587805 (Mieftah) Untuk wilayah Samarinda dan Sekitarnya

Respect

Inilah kami siswa yang mempunyai talenta luar biasa, yang dilahirkan dari rahim orangtua kami masing-masing. yang mempunyai misi yang sama. menjadi yang terbaik untuk negeri.

Kamis, 10 Januari 2013

Copet Dihakimi di Mesra Indah

SAMARINDA. Keriuhan warga dan pengunjung di Mal Mesra Indah Jl KH Khalid, Kelurahan Pasar Pagi, Kecamatan Samarinda Kota, makin bertambah. Seorang pria yang sekujur tubuh dipenuhi tato, digiring warga sekitar pukul 15.30 Wita kemarin.
Sesekali warga yang berada di belakang dan samping pria yang tengah digiring itu, melepaskan tendangan maupun pukulan. Maklum, dia adalah seorang pencopet, bernama Joni Poltak (40), warga Jl Timbau, Kutai Kartanegara (Kukar).
Joni kepergok warga telah menarik seutai kalung seorang balita, bernama Ade (4). Orangtua Ade bernama Fitri Widyawati (28), warga Jl M Said, Kecamatan Sungai Kunjang, pun spontan berteriak minta tolong.
Andai saja polisi datang terlambat, bisa saja kondisi Joni bertambah parah dihajar warga yang emosi setelah mengetahui ulahnya. Bahkan bukan tak mungkin bisa meregang nyawa. Soalnya saat kejadian, Mesra Indah lagi ramai-ramainya pengunjung.
"Kejadian saat saya dan anak saya (Ade, Red) sedang mengantre membeli pisang goreng di belakang Mal Mesra Indah. Tiba-tiba saja anak saya menangis. Padahal tidak ada hal aneh atau menakutkan di dekat kami berdiri," ujar Fitri.
Lantas, Fitri coba menenangkan Ade sambil menanyakan apa yang terjadi. Dengan polosnya, balita imut tersebut mengatakan kalau kalung di lehernya ditarik paksa sambil menunjuk ke arah Joni yang berdiri hanya beberapa meter di dekatnya.
"Saya tidak curiga dengannya. Meski sebenarnya dia sempat beberapa kali mendekat," ungkap Fitri.
Tidak membuang waktu, Fitri segera meneriaki Joni maling. Kejadian itu membuat Joni kelabakan dan berusaha lari. Tapi sial, dia keburu dikepung warga. Tanpa basa-basi, warga langsung menghajarnya.
Apesnya lagi, ketika digeledah, di tangan Joni ditemukan kalung milik Ade. Emosi warga kian menjadi. Beruntung satpam Mal Mesra Indah tanggap. Joni segera diamankan untuk menghindari amuk massa.
Namun warga tidak menyerah begitu saja. Joni terus dikejar dan dihajar. Akhirnya Joni diamankan di pos satpam hingga polisi tiba.
"Saya sendirian menarik kalung anak itu. Saya kalut. Saya perlu uang untuk kebutuhan keluarga. Tadi saya lihat kalung anak itu, spontan terpikir untuk mencurinya. Ketika saya tarik, anak itu malah menangis," ungkap Joni di depan polisi yang mengamankannya.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arief Prapto S, melalui Kasat Reskrim Kompol Feby DP Hutagalung SIK yang dikonfirmasi Sapos mengatakan, Joni diamankan untuk menjalani pemeriksaan atas dugaan kasus pencopetan.
“Orangtua korban (Fitri, Red) sudah membuat laporan dan tengah kami periksa. Sementara kami masih mendalami apakah pelaku (Joni, Red) beraksi sendirian atau ada yang membantunya,” pungkas Feby. (rin/ica)


Sumber : Samarinda Pos

Oknum PNS Pemkot Jualan Sabu

SAMARINDA. Nama besar Pemkot Samarinda kembali tercoreng akibat ulah segelintir oknum pegawainya. Kali ini noda hitam itu berasal dari kasus narkoba.
Selasa (8/1) malam lalu, Adi Setiawan (30), warga Jl Embun Suryana, Sambutan, PNS yang berdinas di UPTD Pasar Pagi, diringkus bersama kaki tanganya lantaran mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu.
Pria berperawakan kurus itu, dibekuk Unit Reskrim Polsekta Samarinda Ilir karena mengantongi tiga poket sabu, uang Rp 750 ribu yang diduga hasil penjualan, satu unit timbangan digital dan senjata tajam (sajam) jenis rencong.
Sebelumnya, polisi lebih dulu meringkus dua kaki tangannya yakni Mansyur Rizali(28), satpam di salah satu tempat hiburan di Jl Panglima Batur, Kelurahan Pelabuhan, Samarinda Kota dan Riky Jack (22), warga Jl Urip Sumoharjo, Kelurahan Sidomulyo, Samarinda Ilir.
Mansyur dan Ricky ditangkap di Jl KH Abdul Muthalib, RT 10, Kelurahan Sungai Pinang Luar, Samarinda Kota. Polisi yang mendapat laporan adanya aktivitas ngecer sabu yang dilakukan Mansyur dan Ricky, lalu melakukan penggerebekan. Rupanya, didapati Mansyur dan Ricky tengah menghisap sabu.
Dari tangan keduanya, polisi menyita lima poket sabu siap jual dan seperangkat alat hisap. Seluruh bukti dan kedua pelaku diamankan ke Polsubsektor Mulawarman. Tak perlu bersusah payah, Mansyur akhirnya buka mulut. Dia menyebut, lima poket sabu itu diperolehnya dari Adi.
Polisi lalu memancing. Di Jl Kartini, Gang Indah, Kelurahan SPL, Adi dibekuk.
Saat ditangkap, Adi terkesan kaget. Apalagi saat polisi menggeledah isi kantong celananya dan menemukan sejumlah sabu, timbangan digital dan uang. Belakangan Adi baru tahu, jika yang melaporkan ia berdagang sabu adalah Mansyur, yang tak lain orang kepercayaannya sendiri.  
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arief Prapto S, melalui Kapolsekta Samarinda Ilir Kompol Hanifa M Siringoringo SIK menuturkan, barang bukti sabu yang disita dari tangan Adi, per poket dijual Rp 300 ribu. Sementara Mansyur menjual dengan harga Rp 100 ribu per poket.
"Sabu yang dimiliki Mansyur dibeli dari Adi. Awalnya poket sabu yang dibeli Mansyur itu berbentuk poket besar. Tetapi setelah dibeli, Mansyur membaginya lagi dalam poket kecil," kata Hanifa.
Polisi kini berupaya memburu pemasok barang haram itu kepada Adi. Polisi meyakini Mansyur maupun Adi merupakan satu jaringan. "Pasti ada yang memasok narkoba itu kepada pelaku. Kita lihat saja nanti. Anggota kami masih melakukan pengembangan penyelidikan di lapangan," tandasnya. (oke/ica)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More