MAKALAH
KOMPOSISI
Oleh:
MUHAMMAD MIFTAHUNNAULI. M
MUHAMMAD ISHAK
STMIK SPB AIRLANGGA
SISTEM INFORMASI
SAMARINDA
2014
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya penjatkan kepada Tuhan Yang Maha
Esa atas selesainya makalah yang berjudul “KOMPOSISI”. Atas dukungan moral dan materi yang diberikan dalam penyusunan - makalah ini. Saya menyadari bahwa makalah ini belumlah begitu
sempurna. Oleh karna itu, saran dan kritik yang membangun dari pembaca sangat dibutuhkan untuk menyempurnakan makalah ini.
Samarinda,28 April 2014
BAB 1 Pendahuluan
Latar Belakang
Seperti yang kita ketahui konsep-konsep dalam kehidupan kita banyak sekali sedangkan jumlah kosakata terbatas. Oleh karna itu kita harus mengetahui suatu mekanisme yang cukup penting dalam pembentukan dan pengayaan kosakata yang disebut komposisi.
Ruang Lingkup Penelitian
Penelitian ini akan mencakup tentang pengertian dan ragam tentang komposisi didalam bahasa indonesia.
Tujuan dan Manfaat
Agar kita mengetahui pengertian tentang komposisi didalam bahasa indonesia.
BAB 2 ISI
Pengetian Komposisi
Menurut Chair komposisi adalah proses penggabungan dasar dengan dasar (biasanya berupa akar maupun bentuk berimbuhan) untuk mewadahi suatu “konsep” yang belum tertampung dalam sebuah kata. Seperti kita ketahui konsep-konsep dalam kehidupan kita banyak sekali, sedangkan jumlah kosakata terbatas. Oleh karena itu, proses komposisi ini dalam bahasa Indonesia merupakan suatu mekanisme yang cukup penting dalam pembentukan dan pengayaan kosakata.
Dalam pembicaraan komposisi C.A. Mees menggunakan istilah kata majemuk dan aneksi. Dengan istilah kata majemuk dimaksudkan untuk gabungan kata yang memiliki makna idiomatik, persis sama dengan yang digunakan Alisyahbana. Sementara istilah aneksi dimaksudkan untuk menyebut gabungan kata yang maknanya masih dapat ditelusuri secara gramatikal, seperti lukisan Yusuf memiliki makna ‘ lukisan milik Yusuf’ atau lukisan buatan Yusuf; dan meja tulis bermakna meja tempat menulis. Jadi C.A Mees menggunakan istilah kata majemuk untuk komposisi yang bermakna idiomatik, dan aneksi untuk komposisi yang bukan bermakna idiomatikal.
Kridalaksana menyamakan istilah komposisi sama dengan perpaduan atau pemajemukan, yaitu proses penggabungan dua leksem atau lebih yang membentuk kata. Hasil proses itu disebut paduan leksem atau kompositum, yang menjadi calon kata majemuk yang berasal dari paduan kata dengan kata, bukan leksem dengan leksem. Jadi dengan kata lain kalau komposisi adalah masalah morfologi, maka frase adalah masalah sintaksis. Oleh karena itu, ada kemungkinan adanya sebuah data kebahasaan apabila dilihat adari segi morfologi sebagai sebuah komposisi, tetapi kalau dilihat dari segi sintaksis sebagai sebuah frase.
A. Komposisi Nominal
Komposisi nominal adalah komposisi yang pada satuan klausa berkategori nomina. Dalam kaitannya dengan masalah semantik dapat dibedakan adanya lima macam komposisi nomina, seperti dijabarkan di bawah ini.
a.Komposisi Bermakna Gramatikal
Makna gramatikal adalah makna yang muncul dalam proses penggabungan dasar dengan dasar dalam pembentukan sebuah komposisi nominal, antara lain adalah makna yang menyatakan hal-hal sebagai berikut.
- Gabungan biasa, sehingga diantara keduanya dapat disisipkan kata dan makna gramatikal gabungan biasa ini akan terjadi apabila keduanya memiliki komponen.
- pasangan antonim relasional misalnya: ayah ibu, murid guru, suami istri, adik kakak, penjual pembeli, pembaca penulis dan sebagainya;
- anggota dari suatu medan makna misalnya topan badai, sawah ladang, kampung halaman, piring mangkuk, cabai bawang dan sebagainya.
- bagian sehingga dapat disisipkan kata dari misalnya awal tahun, tengah semester, suku bangsa, pangkal paha, ujung jalan dan sebagainya.
- kepunyaan atau memiliki, sehingga dapat disisipkan kata milik misalnya sepatu adaik, rumah nenek, tanah Negara, mobil direktur dan sebagainya.
- asal bahan, sehingga dapat disisipkan kata terbuat dari misalnya kursi rotan, uang logam, jendela kaca, map plastic, dan sebagainya.
b.Komposisi bermakna idiomatik
Artinya seluruh komposisi itu memiliki makna yang tidak dapat diprediksi secara leksikal maupun gramatikal.
Misalnya: orang tua dalam arti ‘ayah dan ibu’.
meja hijau dalam arti ‘pengadilan’.
c.Komposisi nominal metaforis
Artinya dengan mengambil salah satu komponen makna yang dimiliki oleh unsur tersebut.
• Kaki mobil - daun jendela
• Kepala surat - daun telinga
• Komposisi Nomial nama dan istilah
Contoh:
Nama : Hotel Indonesia, Jalan Jagorawi, Kampung Bali, dan sebagainya.
Istilah : buku ajar, lepas landas, suku cadang, dan sebagainya.
d.Komposisi Nominal dengan Adverbia
Misalnya : sedikit air, banyak hujan, beberapa siswa, kurang semen dan sebagainya.
e.Komposisi Verbal
Komposisi verbal adalah komposisi yang pada satuan klausa berkategori verbal. Misalnya :
• Mereka menyanyi menari sepanjang malam.
• Dia datang menghadap kepala sekolah.
B. Komposisi Ajektival
Komposisi ajektival adalah komposisi yang pada satuan klausa, berkategori ajektiva. Misalnya :
• Gadis cantik molek itu termenung.
• Kaya miskin di hadapan Allah sama saja.
BAB 3 PENUTUP
Penutup
Penggunaan media bahasa dalam komunikasi sehari-hari memang memungkinkan bagi berbagai bidang ilmu terutama komposisi. komposisi sebagai bagian dari ilmu linguistik menjadikan bahasa yakni kata dan pembentukan kata menjadi bidang kajiannya. Dengan kata lain, komposisi adalah bidang ilmu lingustik yang membicarakan masalah mekanisme pembentukan dan pengayaan kosakata, maka semua satuan bentuk sebelum menjadi kata dengan segala bentuk dan jenisnya. Melalui pembahasan yang dilakukan dalam sajian makalah ini, diharapkan mampu mengantar pengenalan terhadap ilmu komposisi.
DAFTAR PUSAKA



