TENGGARONG. Kamis (11/10) dini hari, sebuah kapal feri tradisional tenggelam di pelabuhan Pal 7 Desa Rempanga, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar). Namun insiden tenggelamnya kapal yang dikemudikan Hendra (35), warga Kelurahan Mangkurawang, Tenggarong itu, tak memakan korban. Hanya saja, truk tangki KT 8562 C yang dikemudikan Imansyah (28), warga Jl Slamet Riyadi, Sungai Kunjang, ikut tenggelam.
“Saat kejadian, juga ada anak dan istri pengemudi truk. Tapi lantaran feri itu tenggelam setelah merapat ke pelabuhan, mereka berhasil selamat,” jelas Kapolsek Loa Kulu, AKP Kurdi MZ kepada wartawan.
Keterangan sejumlah saksi, perjalanan feri tersebut berlangsung aman, meski memuat truk berisi 5.000 liter air. Feri lepas tali tambat dari
pelabuhan Desa Jongkang, Tenggarong Seberang.
“Tadi dari Seberang (pelabuhan di Jongkang, Red) saya tanya pengemudi feri. Apakah tidak berbahaya? Nah, dijawab aman, karena feri itu juga biasa menyeberangkan kendaraan berat seperti truk. Itu juga saya rasakan sepanjang menyeberang tadi, tak ada masalah. Hanya ketika feri sudah menyandar di pelabuhan dan saya hendak menurunkan mobil, tahu-tahu malah tenggelam,” jelas Imansyah.
Dari penjelasan Hendra, nahas terjadi karena kapal itu terdorong ke arah sungai ketika truk naik ke pelabuhan. Jadi karena lebih berat di depan, membuat feri itu nyungsep dan kemasukan air. Akibatnya feri bersama truk tangki yang sudah merapat di pelabuhan itu, tenggelam.
Karuan saja kejadian itu mengejutkan warga sekitar. Tak berapa lama petugas Polres Kukar, Polsek Loa Kulu, Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub) serta Tim SAR Pemkab Kukar juga tiba di lokasi kejadian. Truk tangki berhasil dievakuasi ke daratan.
“Sudah kami periksa, kapal tak bocor. Diduga karena tali pengikat feri itu ke pelabuhan tidak kuat, makanya saat truk jalan, feri ikut bergerak dan beratnya tak seimbang. Bagian depan lalu masuk ke sungai,” sebut seorang polisi. (idn)
Sumber : Samarinda Pos


0 komentar:
Posting Komentar