Jumat, 12 Oktober 2012

Perlu Anggaran Rp 55 M

SAMARINDA. Kondisi badan Jl Gadjah Mada longsor dan terancam putus, akhirnya direspon. Pemkot Samarinda bersama Pemprov Kaltim akan bekerjasama memperbaiki jalan arteri tersebut.
Hal itu disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Dadang Airlangga, kepada Sapos kemarin. Kata dia, selama ini BPBD Samarinda bersama BPBD Kaltim dan Dinas PU Kaltim sudah beberapa kali berkoordinasi.
Bahkan, Wakil Wali Kota (Wawali) Samarinda, Nusyirwan Ismail, juga sudah menerbitkan surat siaga darurat. Tujuannya agar bisa segera menyampaikan permohonan dana ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). "Kita berharap supaya bisa dapat anggaran siaga darurat dengan dana on call BNPB," kata Dadang kepada Sapos kemarin.
Sesuai rancangan bersama Dinas PU Kaltim, untuk memperbaiki badan jalan yang longsor tersebut, diperkirakan memerlukan anggaran sekitar Rp 55 miliar. "Tapi itu masih hitungan kasar. Yang jelas, Pak Gubernur (Awang Faroek Ishak, Red) juga sudah menerbitkan rekomendasi untuk mendukung usulan yang disampaikan Pemkot ke BNPB ini," timpalnya.
"Kita berharap, dengan laporan dan pengajuan anggaran yang disampaikan, BNPB di bawah Deputi Tanggap Darurat bisa segera melakukan verifikasi di lapangan. Jadi bisa secepatnya ditangani," tukasnya.
Sebagai tindakan sementara lanjut Dadang, badan jalan yang ambles di lokalisir. Juga telah dilakukan penyelidikan tanah, pengalihan arus lalu lintas serta pembatasan tonase kendaraan yang lewat.
Di tempat terpisah, Kasie Humas PDAM Kota Samarinda, Syarif Rahman Hakim menyebut pihaknya ikut mengalami kerugian akibat peristiwa itu tersebut. Pipa dengan diameter 500 mm yang baru rampung dipasang beberapa waktu lalu, ikut pecah. Memang tak ada gangguan distribusi air. Karena pipa sepanjang 2,9 Km yang dipasang dari Jl Gadjah Mada hingga Jembatan Lambung Mangkurat itu belum difungsikan.
Rencana, pipa tersebut hendak digunakan untuk menyalurkan air dari IPA Cendana menuju wilayah Samarinda Utara. Namun saat ditanya soal total kerugian, Syarif mengaku belum menghitungnya. Namun diperkirakan mencapai ratusan juta.
“Untuk perbaikannya belum bisa kami lakukan sekarang. Memang PDAM sudah siap. Tapi belum berani untuk lakukan perbaikan sekarang. Takut nanti ada longsor susulan lagi. Makanya tunggu ada kepastian perbaikan jalan itu dulu,” pungkas Syarif. (yes/ica)


Sumber : Samarinda Pos

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More