SAMARINDA. Keriuhan warga dan pengunjung di Mal Mesra Indah Jl KH Khalid, Kelurahan Pasar Pagi, Kecamatan Samarinda Kota, makin bertambah. Seorang pria yang sekujur tubuh dipenuhi tato, digiring warga sekitar pukul 15.30 Wita kemarin.
Sesekali warga yang berada di belakang dan samping pria yang tengah digiring itu, melepaskan tendangan maupun pukulan. Maklum, dia adalah seorang pencopet, bernama Joni Poltak (40), warga Jl Timbau, Kutai Kartanegara (Kukar).
Joni kepergok warga telah menarik seutai kalung seorang balita, bernama Ade (4). Orangtua Ade bernama Fitri Widyawati (28), warga Jl M Said, Kecamatan Sungai Kunjang, pun spontan berteriak minta tolong.
Andai saja polisi datang terlambat, bisa saja kondisi Joni bertambah parah dihajar warga yang emosi setelah mengetahui ulahnya. Bahkan bukan tak mungkin bisa meregang nyawa. Soalnya saat kejadian, Mesra Indah lagi ramai-ramainya pengunjung.
"Kejadian saat saya dan anak saya (Ade, Red) sedang mengantre membeli pisang goreng di belakang Mal Mesra Indah. Tiba-tiba saja anak saya menangis. Padahal tidak ada hal aneh atau menakutkan di dekat kami berdiri," ujar Fitri.
Lantas, Fitri coba menenangkan Ade sambil menanyakan apa yang terjadi. Dengan polosnya, balita imut tersebut mengatakan kalau kalung di lehernya ditarik paksa sambil menunjuk ke arah Joni yang berdiri hanya beberapa meter di dekatnya.
"Saya tidak curiga dengannya. Meski sebenarnya dia sempat beberapa kali mendekat," ungkap Fitri.
Tidak membuang waktu, Fitri segera meneriaki Joni maling. Kejadian itu membuat Joni kelabakan dan berusaha lari. Tapi sial, dia keburu dikepung warga. Tanpa basa-basi, warga langsung menghajarnya.
Apesnya lagi, ketika digeledah, di tangan Joni ditemukan kalung milik Ade. Emosi warga kian menjadi. Beruntung satpam Mal Mesra Indah tanggap. Joni segera diamankan untuk menghindari amuk massa.
Namun warga tidak menyerah begitu saja. Joni terus dikejar dan dihajar. Akhirnya Joni diamankan di pos satpam hingga polisi tiba.
"Saya sendirian menarik kalung anak itu. Saya kalut. Saya perlu uang untuk kebutuhan keluarga. Tadi saya lihat kalung anak itu, spontan terpikir untuk mencurinya. Ketika saya tarik, anak itu malah menangis," ungkap Joni di depan polisi yang mengamankannya.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arief Prapto S, melalui Kasat Reskrim Kompol Feby DP Hutagalung SIK yang dikonfirmasi Sapos mengatakan, Joni diamankan untuk menjalani pemeriksaan atas dugaan kasus pencopetan.
“Orangtua korban (Fitri, Red) sudah membuat laporan dan tengah kami periksa. Sementara kami masih mendalami apakah pelaku (Joni, Red) beraksi sendirian atau ada yang membantunya,” pungkas Feby. (rin/ica)
Sumber : Samarinda Pos


0 komentar:
Posting Komentar